Sabtu, 10 Januari 2015

akulah api

mungkin pernah aku terluka
mungkin juga pernah aku merindu
mungkin aku pernah kecewa
dan mungkin aku pernah menangis
karena cinta
dia kembali datang saat hati telah memantapkan untuk melupakannya, melupakan cinta pertamaku
dia kembali menggodaku dengan lincahnya hampir menyeruak semua kenangan yang telah rapih aku simpan dalam-dalam
hampir saja aku membuka kembali dan mengizinkannya singgah di hati ini.
hampir saja, aku kembali berharap akan cintanya
hampir saja, aku berharap hatinya bisa kembali menjadi milikku
hampir saja, ya, hampir saja aku memyerahkan hatiku dengan bangga atas nama cinta
kalau saja aku tidak lupa bagaimana caranya melukaiku,
kalau saja alu tidak lupa bagaimana caranya mengacuhkanku,
kalau saja aku tidak lupa bagaimana caranya  melupakan kenangan kita.
aku tidak ingin kembali, meskipun sangat ingin.
dengan sangat juga aku tahan perasaan ini yang hampir keluar dan  menusuk-nusuk jantungku begitu mengganggu.
dia bukan orang yang pantas untuk menerima ketulusan hatiku.
dia bukan orang yang pantas untuk menerima perjuanganku.
dia bukan orang yang pantas menerima kesetiaanku,
hati ini milikku, aku akan memberikannya untuk yang memperjuangkanku, yang menjaga dan melindungiku dari airmata.
ingin aku membalasnya,
kutahan perasaan ini dengan sangat
aku yakin, kau datang hanya untuk singgah
karena aku bukanlah tempat terakhir pemberhentianmu
karena aku tidak pernah menjadi mimpimu,
karena aku bukanlah tujuanmu.
aku tahu dan aku terluka
aku tidak ingin lagi menjadi tempatmu berteduh,
aku tak ingin lagi menjadi tempatmu mengeluh,
meski seribu kali kau bilang merindukanku,
cukup
tidak akan ku izinkan kau melukai hatiku lagi
tidak akan pernah ku izinkan kau mengobrak-abrik hatiku semaumu!
aku bukan pasir, yang bisa kau tuliskan apa saja semaumu
aku bukan air, yang bisa kapan saja kau minum saat kau haus.
aku adalah api yang akan membakarmu jika kau mendekapmu,
meski aku pernah berharap menjadi angin yang bisa kau hirup tanpa perlu kau balas dan melihat kehadiranku..
aku.. aku tak ingin kembali menjadi angin
aku lelah menantimu,
aku lelah dalam diamku,
aku lelah merindukanmu,
aku hanya ingin berhenti,
ku mohon-
jangan pernah datang jika hanya ingin mengatakan rindu
simpan saja rindumu untuk wanitamu
kau tidak berhak mengatakannya padaku.
jangan tergoda oleh masalalumu untuk menemuiku, karena aku tak ingin
kau masalaluku, cukup menjadi masalalu.
biarkan kisah kita menjadi masalalu
jangan diusik, aku ataupun kau.
jangan tersenyum jika kau mendengar namaku
jangan tertawa saat kau mendengar ceritaku
jangan menangis saat kau merindukanku.
aku sudah berhenti memimpikanmu
jangan menggodaku
aku TIDAK ingin kembali
percayalah, aku sudah melakukannya.
ku peringatkan, jangan mendekapku jika kau tidak ingin terbakar!
11 Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar