Senin, 05 Januari 2015

Ada yang salah dengan cerita kita,
malam itu selepas kau mengantarku, kau memintaku untuk segera masuk rumah, entah kenapa aku ingin mmelihatmu sebelum pergi. lalu kamu memaksa, tapi aku enggan beranjak.
lalu kamu meninggalkanku, ku perhatikan terus laju motormu sampai benar-benar hilang dipertigaan malam,
entah kenapa, melihat motormu pergi menjauh, melihat punggungmu berlalu pergi,
ada rasa sedih mengusik
ada perasaan aneh mengganggu
entah kenapa aku merasa, punggung itu tidak akan pernah balik lagi
motor itu tidak akan singgah lagi,
entah kenapa aku merasa, kamu meninggalkanku untuk selamanya. coba ku tepis perasaan itu, tapi aku begitu takut, aku takut kamu benar-benar pergi dari sisiku.

sejak malam itu, kita tidak pernah berjumpa lagi.
ada saja sebab yg membuat kita tak bisa bertemu.
sampai akhirnya aku tahu kamu sudah punya kekasih dan aku patah hati, aku mulai menjauh dan mengubur perasaan ini
aku gagal
kisah tentangmu tidak bisa benar-benar ku lepas
aku merindukanmu seorang diri
rindu yang tak kan pernah bersambut
aku marah, kenapa aku terlambat menyadari perasaan ini.
aku marah, sedetikpun aku tak bisa melepas bayanganmu.
aku marah, kamu semakin menjauh dan mengacuhkanku.
aku marah, aku bodoh masih saja mengharapkanmu.
begitu bodohkah cinta pertamaku?
begitu menyedihkan perasaan ini hingga aku berpikir kamu akan kembali bersamaku suatu hari nanti.
aku keliru, kamu teramat mencintainya
aku keliru, harapanku hanya sia-sia
apa aku menyerah? tidak!
aku ingin bertahan sedikit lebih lama lagi.
tak perlu rasa ini bersambut, aku hanya ingin kamu tahu betapa aku merindukanmu, semua tentangmu.

terus kupatahkan semua mimpi tentangmu, tentang kita.
terus ku tahan setiap gelora cemburu meradang.
terus ku hancurkan setiap kepingan rindu mulai menyebar.
terus ku benci setiap bayanganmu yang singgah dan tak kunjung pergi.
begitu menyedihkan kisahku ini.
cinta pertamaku dan rasa yang tak berbalas.
semakin ku coba melupakan semakin kuat bayangmu meracuni alam pikirku
ku nikmati sakit itu seorang diri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar