Selasa, 25 Oktober 2011

hate you





Datang dan Pergi sesuka hatimu adalah luka terindah yang ku miliki
Yang ada namun tak nyata
Semakin aku tertawa semakin aku menikmati luka itu
Bodoh! Aku tersenyum
Lihat aku dengan hatimu
Tertawalah! Aku suka

Aku tak bisa keluar dari permainanmu
Tak ingin
Aku terlambat menyadarinya
Aku tak bisa berhenti

Kau pun berlalu
Aku tersesat

Terhempas
Terbang
Dan melayanng

Aku marah Aku tertawa
Aku pun tak peduli

untukmu


Melihat bayangannya di matamu
Mendengar namanya dalam senyumanmu
Dan aku ada disini untukmu

Aku masih bisa tersenyum
Saat kau bercerita tentang dirinya
Aku masih bisa tersenyum
Saat kulihat  kau bersamanya

Dan aku akan tetap tersenyum untukmu
Inilah
Caraku mengagumimu

Minggu, 02 Oktober 2011

sakit juga yaa...


Tak terasa hari telah sore, sungguh hari yang melelahkan, tugas dimana-mana, belum sarapan lagi, ingin ku teriak “Laperrrrrrrrrrr!!!!!”
hahaha……… :DD
Alunan musik Zigaz terdengar disaku celana, ada sms masuk nih. Aku tersenyum melihat siapa yang sms.
“Bb…”
“what?”
“masih di kampus?”
“iya… ne baru keluar”
“GOR dong! Kelasan gw futsal”
“Males ah…”
“Yee… ayo dong”
“Ntar yaa, gw mau ng-print dulu”
“cepet ya”
“Yee… suka-suka gw dong”
…………………
“udah belum? Lama bener dah”
“bawel deh”
“ya makanya cepet”
……………………
“gw di parkiran ni…”
“gw di belakang gawang… masuk ja”
“di atas?”
“iya…”
“mmm… Ga ah, gw pulang ya”
“Yah… masuk dulu donk…”
“Ga ah… gw laper…”
“Emh… bentar doang ko…”
“gw laper… lom sarapan dari pagi, tega apa lo… (hahaha…lebay)”
“ntar gw anterin balik dah…”
“Ga ah…”
“bentar…”
………………
“ya dah”
“maaf ya… laen kali ja”
“ya dah terserah b ja”
***
Nyampe juga di kosan, hanya ada sasa dikamer.
“Sa… ada makanan ga?”
“lo ga beli makan?”
“Ga lah... cape gw pengen cepet-cepet pulang”
“yaa elahh… gw nunggu-nunggu elo”
“napa lo ga sms dodol”
“yah... gw ja bangun tidur”
“tau ah! Gw juga mau tidur aja dah...”
“iih... udah sore”
“siapa juga yang bilang pagi, cape banget gw... lo sms inay deh, pulang bawa makan gitu”
***
Malam telah merayap, tak ada sms masuk dari dirinya. Ku putuskan aku yang menghubunginya duluan, sebagai permintaan maaf.
“malem….. ”                    
Lama tak ada balasan, aku pun tertidur.
Hingga matahari pagi mengintip malu-malu, menjalani rutinitas seperti biasa, pagi-pagi harus kekampus. Tapi sebelumnya ku liyat layar handpone, dan tak ada balasan sms darinya,
Hmm…mmm… sms lg ah!
Pagi….  msh ksel lo sM w?? jangan lama-lama yaa… hehehe”
Ok w siap berangkat!
Jam kuliyah cukup menyita waktu hari ini, lupa sejenak hingga sore menjemput, akupun pulang, menyusuri jalan berliku diantara rumah-rumah berlapis cat dengan berbagai macam warna dunia.
* * *
Keesokan harinya,
Haduuuh . . . .  mampus gw, TELAT!!!
“ Kenapa kalian Ga bangunin gw!?”  
“Yee… kita semua kesiangan tau, lupa gw , lo ada jam pagi..” inay menyaut
Secepat mungkin gw siap-siap dan meluncur kekampus (masih sempet mandi ko… :p)
Setengah berlari menuju kampus, bukan takut karena gerbang bakalan  ditutup itu sih sudah bukan zamannya lagi.
“Hha-ha... (dengan ekspresi capek) dosen belum dateng?” tanyaku setelah sampai di kelas
“Kenapa lo Ra? Lari ya,” Tanya temanku, aku tak menggubrisnya.
Ku hempaskan tubuh dibangku
“Gw kira, gw bakalan telat…” keluhku pada diri sendiri
“Dosennya kejebak macet” ada yang menyaut
“ooh… bagus deh”
“Hahaha… dasar lo ya”
Kulihat layar tidak  ada sms dari dia (sedikit kecewa),
Semalam aku ga sempet sms dia dan tertidur ketika  masih sore. Apa dia masih marah sama gw? (bisikku dalam hati)
…..… bodo ah!
Coba aku sms lagi deh
“hmm…mm… mw diemn berapa hari ni?”
Lalu ku tekan tombol send.
“Ra, kantin yuk” ajak lena temen kelas ku
“Ayo!!  Han law ada dosen izinin dulu ya” pintaku pada KM
* * *
Sudah dua hari ini gw ga  sms dia, tiga hari yang lalu gw masih sms dia. Hmm.. artinya udah lima  hari kita dieman, cukup lama juga…. Biasanya, dua hari ga ada kabar dia pasti langsung miscall. Kenapa ya???#%#@$&*##
Sunyi merayap, malam semakin larut, tapi mata ini belum juga merasakan kantuk, masih terdiam diantara alunan musik yang terus berputar menemani kesunyian malamku, sesunyi hati ini. Bibirku terus menggumam mengikuti lirik lagu itu bersamaan dengan  jari-jariku yang  menekan huruf-huruf pada tombol handpone.

“kamu hilang, aku menghilang,
semua hilang, yang tak ku kira,
jangan tanya lagi, tanya mengapa…”   

Lalu, ku akhiri dengan menekan tombol send, untuk siapa lagi kalau bukan untuk dirinya.
Entah untuk yang keberapa kali smsku terus mengalir, dan entah berapa kali juga dia mengacuhkanku. Menyedihkan! Lelucon yang patut di tertawakan, BODOH!!
* * *
Hari-hari terlewati terasa sepi, tiada kenangan, tiada cerita, seperti malam tanpa mimpi, begitu hampa.  Cukup sudah, genap sepuluh hari tanpa goresan ceritanya, hanya bisa menghirup rindu yang menyesakkan dada.
Sejak pagi, hujan deras mengguyur bumi tiada henti, aku terjebak sendiri di emperan warnet. Aku tahu hujan tak ingin cepat-cepat pergi, lalu ku putuskan singgah sejenak masuk dalam warner itu, ada tempat kosong di pojokan.
Ku buka facebook saat itu, coba mencari “namanya” yang telah lama tak pernah muncul lagi dilayar handponeku.
Ku temukan statusnya dan……… ada koment dari sahabatnya juga, sahabatnya yang dulu pernah menyimpan rasa untukku,  namun tidak denganku, bagiku dia teman biasa sama seperti yang lainnya.
Ku buka dan ku baca, statusnya.

“Dgn niat yg tulus… mdh2n baik-baik ajh ke dpan’y & brjln spt  ap yg gw hrepin,, amin…”
“Amiin,,,,,”                                                                   
“Thank’s sob…  :D  gmne brther  tntng TRESNO dsna?”
“Ga tw ah,,….. msih mles klo bkan dia,,, hehehehe”
“Hhaha… msih aje…  tnang aje sob,  gw jgain dy bwt u… gkgk…”
“Ahahahaha,……. Ok  sob,,  w pegang omongan u,,… awas z klo da ap-apa ma dia,,,… hahaha”

Apaa??!!!!#@$%^#&@*#@#
Sekejap saja air mata ini telah jatuh, mengalir lembut, menyesakkan dan terisak diantara derasnya hujan.
Sakiiit……… menghujam luka mendalam, mengoyak hati yang rapuh.
Sahabat,,  sahabat,,,
Bohong!!! Pasti semua ini bohong!!!!
Bilang kalau semua ini pasti bohong! Bilang!!!!
Aku masih terisak diam, disudut ruangan,
Sendiri.
Hujan telah berhenti, namun tidak dengan air mata ini, sakitnya begitu nyata menyayat hatiku. Aku  mengurungkan niat kekampus, aku bolos hari itu. Aku terus berjalan dibalik dinding-dinding berwarna itu, tanpa ku tau kemana kaki ini menyeretku, terus melangkah melewati orang-orang berlalu lalang, gedung-gedung kusam, lorong, taman, rumah-rumah kecil, bocah-bocah bermain, tertawa, menangis, semuanya menertawakan kebodohanku! hanya singgah dan berlalu, aku pun tak peduli.
Malam harinya ku kirim dia sms, mungkin ini yang terakhir.

“aku gk tw, slahku ap sm km, hingga km diemin aku spt ini. Mlm itu, aku Cb sms km dluan sbg prmnta.n maf krn gk bs dteng wkt kls.n km futsal, ku krm j9 sms dr dirinya k.km, niat na pgen lucu-lucu.n kya dlu, tp……smua mlah jd runyam kya gne, maf ua,,  maf jg krn dah ganggu km dgn sms-sms ku slm ini”.

Selesai………
Aku lelah, semua sia-sia.
Aku tersenyum atas kebodohanku selama ini, tertipu muslihatnya tak pernah henti.
Ternyata aku salah mengartikan perasaannya, bodohnya aku!
Maafkan aku yang udah keGeeRan selama ini.
“Kau menjagaku untuk sahabatmu……”
Setelahku tahu kenyataan ini,
Sakit banget rasanya………

Jakarta, 20 Januari 2011
Ie_Kids